Oleh: akunisrina | Mei 27, 2012

Persahabatan Yang Terpisahkan

 

Di sebuah desa hiduplah dua orang sahabat sejati yang bernama Ima dan Rima merekatelah bersahabat selama kurang lebih tiga tahun.Pada suatu hari datanglah seorang saudagar kaya yang bernama Pak Burhan.Pak Burhan sangatlah baik dan suka bergaul kepada siapa saja, “hari ini pak Burhan ke sini mau ngapain ya ima? Tanya Rima kepada Ima,hmm… mungkin mau membagi makanan kepada warga desa jawab Ima, ternyata benar Pak Burhan si saudagar kaya ingin memberi makanan kepada seluruh warga desa, ya wajar sih kalo pak Burhan hampir setiap hari memberi seluruh warga desa makanan sembako (sembilan makanan pokok) untuk makan setiap hari karena memang di desa ini sulit sekali mendapat kan makanan pokok.

 

Suatu hari Rima ingin sekali membantu ibunya bekerja untuk membiayayai bapaknya yang sedang sakit parah. Ima yang mendengar kabar tentang bapak Rima yang sedang sakit parah menjadi iba, di hati Ima muncul niat baiknya untuk membantu Rima bekerja, untuk membawa bapak Rima ke puskesmas. Tok… tok… tok… bunyi pintu diketuk oleh Ima, tunggu sebentar siapa ya ?! tanya Rima. Ini Ima sahabatmu!.. jawab Ima. Ooo…. tunggu sebentar ya !!! aku sedang mencuci nasi untuk di makan, kata Rima. Iya, beberapa menit kemudian pintu pun di buka. Ada apa Ima? Tanya Rima, tidak ada apa-apa kok,o lalu mengapa kamu ke sini? Tanya Rima aku ke sini ingin membantukamu bekerja! Jawab Ima, ooo… membantu apa? Tanya Rima. Ya membantu apa saja!. Ku dengar bapak mu sakit ya? Tanya Ima kepada Rima, iya, dari mana kamu tahu? Tanya Rima, aku tahu dari ibu mu, ibu mu bilang bapak kamu sedang sakit. Jawab Ima dengan panjang lebar. Ooo… ya sudah mendingan sekarang kamu bantu aku Ima kan katanya mau membantuku!. Oh iya-ya aku hampir saja lupa. Ya sudah sekarang kita mau kerja apa? Tanya Ima, hmm… kita membantu ibuku bekerja ke sawah saja!, ya sudah. Mari kita berangkat sekarang ajak Rima, iya ayo nanti keburu siang lagi

 

Di perjalanan menuju sawah……….

 

Huh masih jauh tidak sih Rima?, tidak kok itu didepan matamu sudah ada banyak padi kan?!. Mana – mana? Tanya Ima itu lho!. Mana sih? Rima, itu lhoooo…… oh itu tho…. iya jawab Rima yang sedikit mulai jengkel” . ayo cepat sedikit Ima kata Rima” iya-iya sebentar aku sedang membetul kan capik ku nih! Yasudah cepat sedikit! Perintah Rima.

 

Saat sampai di sawah………

 

Bu sudah selesai? Tanya Rima “iya” jawab ibu. Nih bu Rima bawakan rantang berisi nasi putih,dan rendang. Terima kasih ya nak kata ibu sama-sama jawab Rima.lho bapak mana Rima? tanya ibu. “Astagffirrollahhalazim ba.. ba…pa..pa..k, ku.. tingal bu! “. “apa….” kata ibu histeris.Dan langsung pingsan pada saat ibu Rima mengatakan apa ibu Rima langsung pingasan!. “I…b…u”!! kata Rima yang beteriak panik dan mengagetkan Ima dan seluruh orang yang bekerja di sawah siang itu.Ada apa sih ima? Tanya ima, a…a…n…n..n..u ibu ku pingsan! Kata Rima terbata-bata, semua orang yang mendengar penjelasan Rima langsung kaget. Seluruh orang yang bekerja di sawah siang itu segera mengendong ibu Rima dan langsung membawa ibu Rima ke puskesmas ( ya wajar saja kan ?. kan di desa tidak ada sama sekali rumah sakit!)

 

Saat di puskesmas………

 

Huhuhuhuhu…. ibuuu…. “kata Rima sambil mmenangis. “Sudah sabar Rima kamu harus sabar “kata Ima menasihati,”lagi pula tidak ada gunanya juga kan menangis”? Kata Ima sekali lagi menasihati.”Ka..ka..mu benar Ima lagi pula apa guna juga aku menangis”? Jawab Rima yang sedikit masih teriisak. Saat Bu Dokter keluar dari kamar sudah kelihatan sekali dari mimik wajahnya dia tampak sedih. “mengapa ibu berwajah murung”? tanya Ima. E…e…e… ibu harus berbicara dengan Rima sebentar kata bu Dokter yang bernama bu Reshlla itu.”E kamu Rima lima menit lagi keruangan ibu ya?! Kata bu Reshlla. “iya bu”. Balas Rima

 

Lima menit kemudian………….

 

Tok……tok……tok….. suara pintu diketuk oleh Rima. “Permisi apa ini benar ruangan nya bu “Reshlla? Tanya Rima sopan. “ oh iya benar sekali kamu Rima kan?” tanya bu Reshlla,”iya bu benar ada apa ya?. “Hem… hem… ini ibu kamu sebenarnya mempunyai penyakit…. penyakit….penyakit serangan ja…..ja….n…..tu…..n…..g “ kata bu Reshlla terbata-bata.” Apa….? ini pasti tidak mungkin! Tidak munkin kata “Rima masih tidak percaya. “tapi ini kenyataan nak kata Bu Reshlla meyakinkan Rima. “hu…hu…hu… ibu” tangis Rima. “ada apa toh piye toh Rima”? “matamu kok sampean bengkak”? Tanya petani lain. Tanpa menjawab Rima langsung berlari ke keluar dari pusekesmas.

 

si Rima kenapa ya”? Tanya seorang petani yang bertanya kepada seorang bu petani temannya ibu Rima.”saya juga gak tau” jawab bu petani itu cuek.

 

Bersambung…



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: